Langkah-Langkah Praktis dan Kiat Sukses Toilet Training Anak

Langkah-Langkah Praktis dan Kiat Sukses Toilet Training AnakToilet training, atau pelatihan buang air besar dan buang air kecil, adalah langkah penting dalam perkembangan anak. Proses ini memungkinkan anak untuk belajar mengenali sensasi dan kontrol tubuhnya saat harus menggunakan toilet, bukan lagi menggunakan popok. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah praktis dalam toilet training anak. Oh ya, sebelum kita mulai, mari singgung sebentar tentang susu Lactogrow yang bisa membantu dalam proses toilet training anak.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang toilet training, ada baiknya kita mengenal lebih dekat tentang susu Lactogrow. Lactogrow adalah susu pertumbuhan yang diformulasikan khusus untuk anak usia 1-3 tahun. Mengandung nutrisi penting seperti kalsium, protein, vitamin, dan mineral, Lactogrow dapat mendukung perkembangan tulang dan gigi yang kuat serta sistem kekebalan tubuh yang sehat pada anak. Ingat, nutrisi yang tepat sangat penting dalam mendukung anak saat menghadapi berbagai tahap perkembangannya, termasuk toilet training.

susu dengan lactobacilus reutri - lactogrow

Langkah-Langkah Praktis Toilet Training Anak

  • Pilih Waktu yang Tepat

Mulailah toilet training ketika anak sudah menunjukkan beberapa tanda kesiapan, seperti menunjukkan ketertarikan pada toilet atau memberi isyarat saat buang air. Biasanya, anak siap untuk toilet training antara usia 18 hingga 24 bulan.

  • Kenalkan Toilet

Ajak anak untuk mengenal toilet sebagai suatu tempat yang tidak menakutkan. Bicarakan tentang toilet dengan ceria dan baca buku cerita tentang proses toilet training.

  • Perkenalkan Potty

Potty, atau kursi toilet kecil, bisa menjadi alat yang membantu dalam toilet training. Biarkan anak merasa nyaman duduk di atasnya, bahkan jika hanya saat bermain dulu.

  • Pantau Tanda-tanda Kesiapan

Perhatikan tanda-tanda bahwa anak perlu buang air. Mereka mungkin menunjukkan gerakan atau isyarat tertentu. Bawa anak ke toilet atau potty ketika tanda-tanda ini muncul.

  • Kenakan Celana Training

Gantilah popok dengan celana training yang lebih mirip celana dalam biasa. Ini akan membantu anak merasakan sensasi basah saat buang air, yang bisa membantu mereka memahami perbedaan antara kering dan basah.

  • Beri Pujian dan Dorongan

Berikan pujian yang positif saat anak berhasil menggunakan toilet atau potty. Dorong mereka untuk terus mencoba, meskipun ada kegagalan di awal.

  • Konsistensi dan Kesabaran

Toilet training memerlukan konsistensi dan kesabaran. Persiapkan diri untuk menghadapi insiden kecelakaan, dan jangan pernah marah pada anak saat hal tersebut terjadi.

  • Ajak Anak Mengamati

Ajak anak melihat dan merasakan apa yang terjadi saat flush air toilet. Ini bisa membantu mereka memahami proses lebih baik.

  • Malam Hari

Untuk toilet training malam hari, batasi konsumsi cairan beberapa jam sebelum tidur. Ajak anak buang air sebelum tidur dan biarkan mereka tahu bahwa mereka bisa bangun untuk pergi ke toilet jika merasa perlu.

Toilet training adalah salah satu tonggak penting dalam perkembangan anak. Proses ini memerlukan waktu, konsistensi, dan kesabaran dari orangtua. Selama proses ini, nutrisi yang tepat seperti yang diberikan oleh susu Lactogrow dapat membantu anak tumbuh dengan sehat dan kuat. Ingatlah bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, jadi jangan terlalu terburu-buru dan berikan dukungan serta pujian yang positif sepanjang perjalanan toilet training ini.

Related Posts